Mengikuti pembentukan opini publik yang semakin menyesatkan dan menimbulkan polarisasi yang semakin tajam di masyarakat Papua, yang didirigen oleh Dewan Gereja Papua, para elit, pejabat publik dan Bennny Wenda bersama organisasi ULMWP, tentang isu Daerah Otonomi Baru ( DOB) sebagai ancaman terhadap kemanusian dan isu perut bumi Papua, membuat saya berpikir untuk meresponinya.

Mereka, elemen – elemen masyarakat sipil Papua, menolak kebijakan DOB dan implementasi UU Otsus Papua perubahan kedua, karena mereka meyakini bahwa Papua akan merdeka. Mereka percaya bahwa Dewan Gereja Papua dan Benny Wenda akan mewujudkan Referendum di Papua.

Masyarakat Papua dan mahasiswa Papua, rela korbankan masa depannya dan nyawanya demi mendukung asumsi – asumsi dan propaganda Dewan Gereja Papua dan Benny Wenda tentang keberhasilan internasionalisasi isu Papua.

Klaim sepihak Dewan Gereja Papua dan Benny Wenda bersama ULMWP bahwa 49 negara Afrika dan 79 negara APC mendukung perjuangan kemerdekaan Papua, hanyalah asumsi dan opini sesat belaka. Belum ada satu bukti data dan informasi resmi tentang pernyataan dukungan diplomatik pemimpin – pemimpin negara tersebut.

Negara – negara Afrika memang benar menaruh simpati terhadap perjuangan Benny Wenda dan situasi Papua. Negara – negara Afrika TELAH MEMBERIKAN NASEHAT kepada Benny Wenda untuk TIDAK BERJUANG SENDIRI. Mereka meminta Benny Wenda berdamai dengan tokoh – tokoh politik yang lain seperti Oktovianus Mote dan beberapa elemen perjuangan.

Benny Wenda tidak mengindahkan nasehat mereka. Mereka juga menasehati agar Benny Wenda mengikuti pola diplomasi Fretellin di Timor Leste waktu itu, agar diplomasi lebih efektif. Nasehat mereka tidak juga dilakukan Benny Wenda karena faktor ego sektoral dan kebanggaan identitas kesukuan.

Mereka menasehati Benny Wenda bahwa diplomasi Timor Leste berhasil mendapat dukungan diplomatik 49 negara Afrika karena Xanana Gusmao tidak berjuang sendiri. Untuk diplomasi ke Afrika, dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari Francisco Xavier do Amaral, Mari Alkatiri, dan Roque Rodrigues. Diplomasi ke Australia, China dan Pasifik oleh Jose Ramos Horta dan Alarico Fernandes.

Kesatuan para aktivis dalam diplomasi itu kunci keberhasilan diplomasi internasional. Tidak mudah meyakinkan komunitas internasional tentang ide Papua Merdeka hanya oleh satu individu. Benny Wenda gagal total menjalankan nasehat negara – negara Afrika. Benny Wenda sudah merusak kesatuan ULMWP sejak tahun 2017, yang dibentuk di Port Villa pada akhir tahun 2014 atas dasar semangat solidaritas Melanesia.

Negara – negara Afrika sudah menasehati Benny Wenda sejak 2019 untuk segera membenahi organisasi ULMWP sebelum perubahan kedua UU Otsus Papua tahun 2021. Benny Wenda gagal membenahi ULMWP dan dampaknya, negara – negara Afrika menghargai dan menghormati kedaulatan Indonesia atas Papua. Mereka mendukung implementasi kebijakan Presiden Jokowi membangun masa depan Papua dalam bingkai otonomi khusus Papua perubahan kedua.

Masyarakat sipil dan para mahasiswa Papua, Papua tidak akan merdeka dalam waktu dekat. Mari kita cerdas dan berhikmat dalam mengikuti perkembangan isu – isu Papua saat ini, serta perkembangan geopolitik regional dan global. Jangan kita terus menerus jadi korban karena tersesat ke dalam pembentukan – pembentukan opini sesat dan bias, yang dilakukan oleh Dewan Gereja Papua dan Benny Wenda bersama ULMWP.

Selamat memasuki minggu sengsara ketiga menjelang Paskah, percayalah sungguh – sungguh kepada perkataan Yesus dan karyaNya yang sempurna di kayu salib. Jangan percaya narasi – narasi buatan manusia yang tidak membawa kedamaian, ketentraman dan kesejukan di tanah Papua.

Marinus Mesak Yaung
Calon Walikota Jayapura tahun 2024.