*PLN terus mengupayakan peningkatan keandalan kelistrikan di Papua dan Maluku sembari mengangkat perekonomian dan taraf hidup masyarakat di sekitar instalasi*

SENTANINEWS.ID – Jayapura – Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia timur terus digencarkan tanpa mengabaikan prinsip pembangunan yang inklusif.

Di Papua dan Maluku, instalasi sistem kelistrikan tegangan tinggi atau Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) hadir sejak tahun 2015.

Kini telah tersebar di keempat provinsi paling timur di Indonesia dengan jumlah 1.747 tower, baik yang sudah beroperasi dan sedang tahap konstruksi.
Tahun ini, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku Papua mencanangkan enam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan total nilai sebesar Rp525 juta untuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di bawah jaringan SUTT.

Program yang disalurkan berupa pemberdayaan UMKM, pelestarian seni dan budaya, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemasangan instalasi air bersih.
“Program TJSL ini bukan kompensasi atas dampak buruk instalasi kelistrikan yang kami bangun, karena menurut penelitian SUTT tidak membawa dampak buruk bagi kesehatan. Enam program TJSL ini ditujukan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat sekitar. Sehingga pada akhirnya pembangunan proyek yang kami laksanakan dapat memenuhi prinsip pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” papar Reisal Rimtahi Hasoloan, General Manager PLN UIP Maluku Papua.
Beberapa waktu yang lalu, PLN menyerahkan dana pembangunan teater seni budaya sebagai sarana bagi Sanggar Seni Budaya Reymay untuk memfasilitasi pemuda Papua menguasai tari tradisional, musik etnik dan merajut noken. Lokasi program TJSL ini bertetanggaan dengan tower SUTT 70 kilovolt (kV) Genyem-Waena di Sentani, Jayapura, yang menyalurkan suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya
“Bermula dari potensi besar Kota dan Kabupaten Jayapura yang sering didapuk sebagai tuan rumah berbagai perhelatan akbar nasional. Sehingga biasanya diperlukan peragaan seni budaya. Kegiatan-kegiatan seperti ini pada akhirnya dapat berdampak pada pelestarian seni dan budaya yang ada di Papua,” kata Reisal.


“Perhatian PLN terhadap kami sungguh luar biasa, sebelum ada bantuan ini kami sudah dibantu untuk peningkatan penjualan noken yang dirajut oleh para mama-mama Papua. Tahun ini dengan adanya teater seni budaya yang disokong oleh PLN Peduli, kami dapat menggelar event tahunan seperti Hari Noken dengan penampilan tari tradisional dan musik etnik,” ucap Marshall Suebu, penanggung jawab Sanggar Seni Budaya Reymay.


Senada dengan Marshall, Slamet Dwiyono selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Mimika mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan dukungan dari PLN Peduli sejak dua tahun lalu. “Pada tahun 2020, kami dibantu dengan pembuatan laboratorium berupa kandang ayam petelur untuk meningkatkan kapasitas para siswa jurusan agribisnis ternak unggas. Suksesnya program dari PLN tersebut membuat kami dipilih menjadi SMK Pusat Keunggulan tahun 2022, sehingga kami mendapatkan peningkatan fasilitas secara masif dari pemerintah pusat,” ungkap Slamet.
Pada tahun ini, SMKN 2 Mimika yang dilintasi SUTT 150 kV PLTMG Timika-GI Timika akan kembali mendapatkan dukungan dari PLN Peduli. Kali ini untuk membangun Greenhouse bagi para siswa jurusan agribisnis tanaman pangan dan holtikultura.


Program TJSL lainnya yakni empat instalasi air bersih di dua kelurahan yang menjadi perlintasan SUTT 150 kV Sorong-Rufey, serta dua program pemberdayaan UMKM Virgin Coconut Oil (VCO) di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (SUTT 150 kV Masohi-Kairatu) dan Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (SUTT 150 kV Malifut-Tobelo). (*/REDAKSI)