Jayapura – Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda LIRA Provinsi Papua melaksanakan diskusi Panel dengan mengangkat tema kajian terhadap Daerah Otonomi Baru (DOB) dalam perspektif pertahanan dan keamanan.

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan hari lahir Pancasila, 01 Juni 2022 ini mengundang beberapa pemateri seperti Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, Danlantamal X, Danlanud Silas Papare, dan analis muda pertahahah Steve Mara yang juga merupakan ketua DPW Pemuda LIRA Prov. Papua.

Objek pertahanan dan keamanan negara lain juga turut diundang dalam kegiatan ini Yaitu Korem 172/PWY, Kodim 1701 Jayapura, Yonif Raider 751, Denzipur Waena, dan Polres Kota Jayapura. Selain itu, Organisasi Kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, Tokoh adat, Tokoh Agama, serta Paguyuban Nusantara turut hadir.

Ketua Panitia penyelenggara kegiatan, Martinus Ruamba, S.Pd., M.Pd dalam laporan panitia menyebutkan bahwa peserta yang diundang dalam kegiatan ini berjumlah 70 peserta yang dihadirkan dari objek vital pertahanan dan keamanan serta beberapa organisasi dan tokoh nasionanils untuk ikut dalam melakukan kajian terhadap rencana pelaksanaan pemekaran atau daerah otonomi baru di Provinsi Papua. Martiinus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan diskusi panel kedua yang dilaksanakan oleh Pemuda LIRA setelah kegiatan pertama yang dilakukan dihotel Front one budget Waena dengan Tema strategi Percepatan pembangunan Papua dalam perspektif pemuda lintas agama.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua DPW Pemuda LIRA Prov. Papua Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han. dalam sambutannya Steve menyampaikan bahwa kami komitmen untuk melaksanakan diskusi, bicara ide dan gagasan untuk membangun Papua. Sudah bukan saatnya kita bicara tolak-menolak kebijakan yang diberikan, pemekaran bukan barang baru untuk Papua, Papua sudah mekarkan 1 provinsi yaitu Papua barat dan banyak kabupaten dan hal itu terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat di daerah otonomi baru.

Saat ini, kami Pemuda LIRA ajak pemuda dan masyarakat Papua untuk bicara ide mengisi pemekaran nanti, jangan sibuk tolak menolak lalu ketika pemekaran datang kita orang Papua jadi tidak siap untuk bersaing mengisi kursi yang telah dipersiapkan untuk kita.

Pangdam XVII/Cenderawasih yang di wakili oleh Pamen Ahli bidang Ideologi dan Politik Kol. Inf. Sapta Widi Purnama dalam materinya menyampaikan bahwa TNI siap mengawal kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat Papua. Menurutnya, pemekaran ini akan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa merasakan dampak positif dari kinerja pemerintah.

Kolonel Inf. Sapta Widi juga menyampaikan bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai ketua percepatan pembangunan Papua akan melakukan terobosan dalam pembangunan di Papua untuk membangun Papua melalui peningkatan ekonomi. Dengan visi demikian, TNI juga akan membantu pemerintah dan masyarakat untuk menjaga ketahahan nasional kita mulai dari ketahanan pangan dan juga ketahanan ekonomi.

Selain itu, TNI juga saat ini telah mengedepankan pendekatan teritorial dengan melaksanakan berbagai kegiatan positif di masyarakat dan ikut memajukan masyarakat Papua dari berbagai sektor dengan tetap berlandaskan dengan tugas utama TNI yaitu menjaga dan melindungi segenap bangsa Indonesia dari segala ancaman militer dan akan mendukung K/L terkait untuk menghadapi ancaman non militer. TNI juga selalu terbuka untuk menerima penilaian atau kritikan dari masyarakat.

Kapolda Papua yang diwakili oleh Wakapolres Kota Jayapura AKBP Supraptono dalam diskusi ini menyampaikan bahwa Polda Papua telah mengupayakan yang terbaik untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Papua. Seiring dengan pembentukan daerah otonomi baru di Papua, Polda Papua saat ini terus berupaya untuk membentuk Polres di setiap kabupaten di Papua serta pembentukan Polda baru akan disesuaikan dengan pemekaran provinsi baru.

Wakapolres Kota Jayapura menyampaikan bahwa dalam rencana pemekaran ini, Kepolisian sudah beberapa kali menerima surat untuk pelaksanaa demonstrasi, Kepolisian pada prinsipnya mengizinkan penyampaian aspirasi masyarakat terkait penolakan DOB, namun dalam demonstrasi terakhir memang kami larang karena demo tersebut sudah bukan demo tolak DOB tetapi Demo yang sudah ditunggai untuk kepentingan politik dan berpotensi makar serta dapat menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat banyak.

Menurut Wakapolres Kota Jayapura bahwa terkait dengan dinamika DOB di Papua perlu adanya penyamaan persepsi seperti yang dilakukan oleh LIRA Papua. Hal positif begini perlu mendapatkan banyak dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk terus dilakukan agar dapat menemukan ide gagasan untuk membangun Papua.

Polda Papua akan tetap berjalan didalam tugas dan tanggung jawabnya yaitu memberikan rasa aman kepada masyarakat umum, serta Polda Papua berkomitmen mengawal pembangunan di Papua dari sisi keamanan. Seperti di Kota Jayapura ada yang Namanya Polisi KASIH (Komitmen, Akuntabel, SInergi, dan Humanis) untuk menciptakan kepolisian yang terintegrasi dan terpercaya.

Analis Muda Pertahanan Steve Mara dalam materinya yang disampaikan menyebutkan bahwa Otsus dan DOB bagi provinsi Papua merupakan kegiatan positif yang harus didukung oleh pemuda Papua. Kita harus mempersiapkan diri sekarang, tolak otsus dan tolak DOB bukan solusi untuk membangun masa depan Papua. Yang harus dibangun saat ini adalah Kompetensi dan Kapasitas anak muda Papua agar mampu bersaing dan menjadi tuan di negeri sendiri.

Lulusan Cumlaude dan Beprestasi dari Universitas Pertahanan ini juga menyampaikan bahwa memang ada potensi konflik yang terjadi di Papua dalam rencana pemekaran ini, tapi itu bisa diredam jika anak muda Papua siap untuk berpartisipasi mengisi pemekaran. Steve lihat tolak pemekaran ini hanya ada di beberapa kelompok saja, ada juga kelompok yang menolak pemekaran dan minta solusi referendum, ini tidak apple to apple, masa kebijakan ditolak dengan solusi diluar kebijakan, jika tolak kebijakan maka berilahlah solusi kebijakan yang lebih baik, Indonesia ini merupakan negara berdaulat, tegas Steve Mara,

Tuut memberikan saran dan masukan dalam diskusi panel ini Ketua Pemuda Mandala Trikora Ali Kabiai, menurutnya pemekaran adalah kunci pembangunan Papua, Ali menyampaikan dengan menggunakan analogi kue, bahwa ada tiga kue yang mau diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat namun karena kue tersebut sudah dinikmati oleh para penguasa saat ini, sehingga mereka tidak mau lagi membagi kue tersebut kepada masyarakat, mau makan sendiri. Analogi diartikan bahwa pemerintah pusat mau memberikan pemekaran agar pembangunan masyarakat disetiap daerah dapat dilakukan dengan baik namun penguasa kua saat ini tidak mau mambagi karena takut tidak kebagian.

Ketua Pemuda GKI Klasis Port Numbay Frans Rumere juga menyampaikan harapannya kepada TNI dan POLRI untuk mengawal dan membangun sinergitas untuk rencana pemekaran ini, menurutnya jika dilakukan perbandingan, lebih banyak yang menerima pemekaran dibanding yang menolak. Ketua Pemuda Gereja ini juga berharap TNI dan POLRI dalam melakukan perekrutan anggota baru harus memperhatikan rekomendasi gereja didalamnya seperti adanya catatan kelakuan baik dari gereja agar TNI dan POLRI nantinya bisa memiliki spiritualitas yang baik dalam menjalankan tugasnya.

Tokoh Muda lainnya yang turut hadir yaitu Ricky Kooh dari Mamberamo Raya, Ricky berharap pendekatan teritorial oleh TNI dan POLRI terus dikedepankan agar tidak ada konflik vertikal yaitu konflik antara TNI POLRI dan masyarakat serta tidak ada konflik Horisontal yaitu konflik antara TNI dan POLRI sendiri.

Dalam diskusi panel ini juga hadir Kasiren Korem 172/pwy Kolonel inf. Andi yang berharap pemuda di generasi keempat saat ini harus ikut terlibat aktif didalam rencana pembangunan yang disiapkan pemerintah. Kolonel inf. Andi berharap seiring dengan rencana pemekaran tiga provinsi baru, suatu saat aka ada Jayapura di pegunungan tengah, atau akan ada bandung di Papua tengah, atau Bogor di Papua selatan. Situasi aman dan kondusif sehingga bisa terjalin hubungan baik antara masyarakat.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Candra Kurniawan dalam diskusi panel ini juga menyampaikan pesannya bahwa dalam membangun Papua butuh kolaborasi, bukan hanya TNI saja tapi kita butuh POLRI, bukan hanya TNI dan POLRI saja tapi kita butuh Pemuda LIRA dan seluruh masyarakat Papua untuk membangun Papua secara bersama-sama.

Perwakilan Kabid Humas Polda Papua, Kompol Agus juga berharap pemuda Indonesia terus membangun budaya berpikir positif dan mendukung pemerintah agar pemerintah bisa bekerja secara maksimal, Bidhumas Polda Papua siap berkolaborasi dengan masyarakat dalam hal positif apa saja untuk membangun Papua dan mempersiapkan pemekaran provinsi baru.

Letkol Armed Mustofa perwakilan dari Aster Kodam menyampaikan pemuda harus membuka wawasan, jangan menutup diri ada banyak hal baru yang harus kita ambil dari setiap kesempatan yang datang, jangan kita jadikan pemekaran sebagai beban tetapi gunakan pemekaran untuk kita bangun Papua. Letkol Arm. Mustofa menceritakan bahwa pamannya adalah pejuang untuk pemekaran di Aceh namun sampai hari ini sudah 20 tahun belum juga ada pemekaran yang diberikan, jadi harusnya Papua bersyukur adanya pemekaran. Bidang Teritorial Kodam juga apresiasi kegiatan LIRA Provinsi dan berharap Organisasi lainnya seperti KNPI harus mencontohi Pemuda LIRA.

Kapten Inf. Supriyadi perwakilan dari Kodim 1701 menyampaikan bahwa dirinya yang bukan orang asli Papua sangat bersyukur bisa ada di Papua dab bertugas selama 33 tahun. Papua in enak, saya pindah ke bogor tapi minta pulang lagi ke Papua karena Papua sudah seperti rumah bagi saya dan keluarga. Saya mengajak pemuda di Papua untuk jaga Papua dan mempersiapkan diri dengan baik untuk masa depan Papua yang baik.

Kapten Inf. Sukma Kasi Intel Yonif 751 yang mewakili Danyon 751 juga menyampaikan bahwa kebijakan dari pemerintah harus diterima dengan baik dan diisi agar membawa dampak positif. Kebijakan pemekaran ini untuk Papua, kami yang bukan orang asli Papua ini suatu saat akan kembali ke daerah kami tetapi saat ini kami bertugas di Papua sehingga kami akan ikut mendukung setiap kebijakan yang diberikan untuk Papua, dengan harapan Papua menjadi lebih baik dimasa depan.

Sebelum kegiatan ini ditutup oleh moderator Desi Daimboa yang juga adalah Bendahara Umum Pemuda LIRA Papua, para pembicara dan peserta diminta untuk berdiri dan mengucapkan PANCASILA secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan kepada hari lahir PANCASILA dan para pendahulu yang berjuang untuk memerdekakan Indonesia.

DPW Pemuda LIRA berkomitmen untuk terus membangun diskusi dalam berbagai persepktif dan melibatkan berbagai tokoh, turut hadir pengurus daerah pemuda LIRA, ketua DPD Pemuda LIRA Kota Jayapura Jupiter Kafiar, S.Ked, Ketua DPD Pemuda LIRA Kab. Mamberamo Ricky Kooh, S.IP, Ketua DPD Pemuda LIRA Yapen Theofretes Wona, S.Pd, Ketua DPD Pemuda LIRA Kab. Biak Numfor Everest Fonataba, Pengurus LIRA Provinsi Sekwil Martinus Ruamba, S.Pd., M.Pd, Bendahara Umum Desi Daimboa, S.Theol, Koordinator Keamanan Aphe Edowai.(DPW Pemuda LIRA Papua)