Sentani – Badan Musyawarah 7 Wilayah Adat Papua akan mendeklarasikan Gerakan Gotong Royong Kitorang Baku Bantu, Membangun Papua Mandiri dan Sejahtera tanggal 1 Juli 2022 di Halaman Parkir Akuatik Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani.

Tujuan Gerakan Gotong Royong Kitorang Baku Bantu ialah untuk membantu perekonomian masyarakat pasca pandemi

(Agustinus Donald Ohee, ST – Ketua Bamuskan 7 Wilayah Adat)

Bukan hanya deklarasi, Bamus 7 Wilayah Adat juga merangkai kegiatan tersebut dengan menggelar kegiatan Pasar Rakyat, sembako murah dan panggung hiburan selama 3 hari yakni tanggal 1 – 3 Juli 2022.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bamuskam 7 Wilayah Adat Agustinus Donald Ohee, ST didampingi oleh Sekretaris Bamuskam Sarlens Ayatanoi, Bendahara Beatrix Pattiata dan Anni Soro pada jumpa pers di Abepura, Rabu malam (22/6).

Ketua Bamus 7 Wilayah Adat, Agustinus Donald Ohee, ST mengatakan tujuan kegiatan ini untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat pasca pandemi. Pihaknya mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua untuk menggelar Pasar Murah.

“Kami mendapatkan dukungan Gubernur Papua melalui Sekda Papua berupa 5000 paket sembako murah yang dijual 120ribu rupiah per paket, terdiri dari 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 kilogram gula, 2 kaleng susu, 1 paket teh dan 1 bungkus kopi,” terang Agus Ohee.

Untuk paket sembako murah, Timnya telah mengedarkan kupon di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Kupon dapat ditukarkan saat kegiatan berlangsung antara tanggal 1 – 3 Juli mendatang.

“Untuk menghindari antrian, dibalik kupon kami sudah menyertakan tanggal penukaran kupon. Masyarakat bisa menukarkan kupon dengan menyertakan fotokopi KTP. Kami akan menyiapkan 20 stand penukaran, sehingga diharapkan tidak terjadi antrian panjang,” kata Agus Ohee.

Selain paket sembako murah, Bamus 7 wilayah adat juga menyiapkan 50 stand untuk memamerkan produk UMKM Papua.

Agus mengatakan terkait dengan Deklarasi Gerakan Gotong Royong Kitorang Baku Bantu ini pihaknya akan mengundang Gubernur Papua, Kapolda Papua, Pangdam, Walikota Jayapura, Bupati Jayapura, Bupati Keerom, BUMN, BUMD, Pengusaha, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

“Kegiatan ini tidak ada nuansa politiknya, semata – mata untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Kenapa bertajuk Gotong Royong, karena gotong royong adalah budaya kita yang harus digalakkan kembali,” urainya.

Kegiatan Gerakan Gotong Royong ini nantinya akan digelar 5 kota lainnya, yakni Merauke, Wamena, Timika, Nabire dan Biak. (YAJ)