Memiliki hubungan politik luar negeri yang baik antar negara adalah impian setiap negara di dunia, hal ini terbukti dengan terbentuknya berbagai Organisasi internasional dalam dalam segala bidang kehidupan.

Indonesia sebagai negara yang memiliki cita-cita nasional menciptakan perdamaian abadi turut mengambil peran aktif dengan mengedepankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, artinya Indonesia tidak memihak kepada blok manapun dan akan membangun komunikasi yang baik dengan semua negara. Bukti terkini diplomasi Indonesia yang sangat baik adalah Presiden Indonesia Joko Widodo baru saja mengunjungi negara yang sedang berkonflik yaitu Rusia-Ukraina untuk mengupayakan perdamaian kedua negara tersebut.

Selain itu, diplomasi luar negeri yang baik juga akan membawa keuntungan dalam pengembangan berbagai aspek seperti ekonomi, politik, sosial budaya hingga aspek mendasar seperti penyiapan sumber daya manusia.

Disisi lain, dengan keterbukaan ruang diplomasi bebas artinya bukan hanya pemerintah yang dapat melakukan komunikasi internasional tetapi organisasi bahkan masyarakat secara individu juga dapat melakukannya. Hal ini menunjukan bahwa ada ancaman nyata yang akan dihadapi sebuah bangsa jika komunikasi internasional tidak dipagari melalui forum komunikasi internasional.

Dinamika tersebut mendorong Steve Mara dan anak muda lainnya diwilayah timur Indonesia untuk membuat forum komunikasi internasional yang akan menjangkau anak muda di wilayah timur Indonesia Papua dan maluku.

Organisasi yang akan dilaunching bulan September 2022 ini adalah Melanesian Youth Diplomacy Forum disingkat MYDIF. Steve Mara selaku founder MYDIF menyebutkan forum ini adalah forum semua anak muda diwilayah Indonesia timur yang ingin terlibat didalam kegiatan diplomacy terbatas.

Steve Mara menyampaikan MYDIF ini didirikan untuk kita pemuda Indonesia di wilayah timur dengan tujuan membangun komunikasi yang baik dengan pemuda/i negara-negara sahabat Indonesia khususnya diwilayah kepulauan pasifik yang secara garis keturunan ras, kita ini punya ras yang sama yaitu Melanesia dengan ciri fisik kulit hitam dan rambut keriting. Jadi harus ada komunikasi baik yang kita bangun dengan forum resmi.

“Beberapa tahun terakhir ini, diplomasi yang dibangun diwilayah kepulauan pasifik hanya bicara politik dan janji-janji kosong, padahal ada banyak potensi lain yang bisa kita kembangkan bersama saudara-saudara kita ras Melanesia di wilayah pasifik, seperti dalam bidang ekonomi, sosial-budaya dan juga pengembangan sumber daya manusia, kata Steve Mara”.

MYDIF kedepan akan menjadi platform kita anak muda Indonesia, Fiji, Vanuatu dan negara lain dikepulauan pasifik untuk bicara ide dan gagasan membangun ekonomi, sosial-budaya, pengembangan wisata hingga membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan satu cita-cita besar yaitu membawa perdamaian dari timur Indonesia untuk dunia Internasional.

Saya mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk bergabung bersama kami dalam MYDIF, Kita bangun masa depan Indonesia yang damai, sejahtera, dan bermartabat, tegas Steve Mara.

Mendirikan MYDIF ternyata Steve Mara punya beberapa pengalaman seperti terlibat dalam beberapa konferensi internasional, Model United Nation dan menjadi pembicara dalam seminar internasional. Steve Mara pernah mengikuti Model United Nation Climate Change Conference di Tangerang, Asia Youth Internasional Model United Nation di Malaysia, dan Pernah menjadi Chairperson World Trade Organisation dalam Model United Nation C7WEB di Thazkend, Uzbekistan. Steve Mara juga lulusan Cumlaude Magister Pertahanan dari Universitas Pertahanan Indonesia, Mantan Ketua BEM Umel Mandiri, Founder Papua Muda Inspiratif, Sekertaris I FORSEMI Papua, Ketua DPW Pemuda LIRA Papua dan Ketua Bidang Pertahanan DPP KNPI.