SENTANINEWS.ID – Raja Ampat, Papua Barat – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bekerja sama dengan SPBK PERDAMI dan Dinas Kesehatan Pemkab Raja Ampat, mengadakan bakti sosial operasi katarak di RSUD Raja Ampat dalam rangka membantu masyarakat mencegah gangguan penglihatan sehingga dapat beraktivitas secara normal. Bakti sosial operasi katarak tersebut merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak 2001 pada hampir seluruh wilayah di Tanah Air.

Kegiatan bakti sosial operasi katarak tersebut dibuka oleh Kepala KCU BCA Jayapura Yusuf Effendi, pada Rabu (02/11). Operasi katarak di Propinsi Raja Ampat ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, yakni pada 02 November hingga 03 November 2022. Tahun 2022 BCA telah berhasil menggelar kegiatan operasi katarak di 3 RS yaitu RSUD Asih Husada, Langensari Banjar, RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, dan RSUD Lombok Timur dan telah menolong sebanyak lebih dari 700 pasien.

Kepala KCU BCA Jayapura Yusuf Effendi mengungkapkan, “Kami terus berkomitmen hadir di sisi masyarakat dalam segala aspek, salah satunya di bidang kesehatan. Sejak tahun 2001, BCA konsisten memberikan kontribusi pada penurunan jumlah kebutaan akibat penyakit katarak di Indonesia agar terus berkurang dari waktu ke waktu. Seperti kita ketahui bersama bahwa mata adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang sangat krusial, maka BCA secara konsisten melakukan operasi katarak bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di kawasan tak tersentuh layanan kesehatan dengan optimal,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB), tahun 2014 hingga 2016 oleh Perdami dan Badan Litbangkes Kemenkes menunjukan bahwa angka kebutaan di Indonesia mencapai 3 persen dan sebanyak 81 persen disebabkan oleh katarak. Mencermati angka tersebut, tentunya telah menjadi tanggung jawab berbagai pihak untuk bersama mencegah terjadinya kebutaan akibat katarak.

Operasi ini pun turut melibatkan enam dokter spesialis mata yang didampingi oleh asisten dokter dan pendukung untuk menangani operasi pasien katarak tak hanya operasi katarak dalam kegiatan kali ini BCA juga membantu pasien yang menderita Pterigium, total jumlah operasi katarak dan pterigium sebanyak kurang lebih 78 pasien, sebanyak 52 pasien dan 26 pasien penderita Pterigium, beberapa diantara terdapat pasien dengan usia dibawah 55tahun.

Di sisi lain, BCA juga memberikan dukungan penyediaan alat,-alat operasi untuk SPBK PERDAMI, dan beberapa Perdami Cabang untuk mempercepat pelaksanan bakti sosial operasi katarak untuk pemberantasan buta katarak. “Pada tahun 2019, BCA juga telah menyumbang donasi 1 buah mikroskop dan instrumen katarak kepada SPBK Perdami Pengurus Pusat, donasi 1 buah mikroskop kepada Perdami Cabang DKI Jakarta, dan dukungan pembelian donasi 1 mesin phacoemulsifikasi kepada perwakilan Perdami Cabang Riau,” kata Yusuf.

Koordinator Operasional SPBK Perdami dr. Faraby Martha menyampaikan, “Puji syukur, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya pada BCA yang telah aktif membantu menurunkan angka kebutaan di Jayapura, khususnya di Raja Ampat. Semoga kerjasama ini tetap berlanjut dan semoga Bakti BCA ini menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk membantu masyarakat yang buta,” ujar dr Faraby.

Executive Vice President BCA Hera F Haryn menambahkan, “Mengurangi jumlah pasien buta akibat katarak merupakan pekerjaan rumah seluruh pihak, tak terkecuali BCA. Oleh sebab itu, BCA bekerja sama dengan berbagai pihak baik Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami) sejak tahun 2001, sejak 2017 dengan Kick Andy Foundation dan juga dengan Dinas Kesehatan Raja Ampat, RSUD Raja Ampat untuk mengadakan operasi katarak secara berkelanjutan. Kegiatan bakti sosial operasi katarak tersebut dilakukan secara gratis. Harapan kami, BCA dapat terus menjangkau wilayah-wilayah yang masyarakatnya membutuhkan pertolongan dalam rangka mengurangi jumlah kebutaan akibat katarak,” ungkapnya panjang lebar.(*)