Jaringan Damai Papua (JDP) merasa prihatin terhadap kasus pembakaran sekitar 53 kios dan laporan pedagang campuran di Jalan Kompas Depan Lapangan Thomas Adik l, Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua pada Senin 12 Desember 2022.

Berbagai laporan yang JDP terima, pembakaran itu terjadi dilakukan oleh kelompok massa pengunjung pasar. Faktor yang memicu adalah karena ada seorang warga yang diklaim dirinya mengalami gatal-gatal dan merasa pusing kepala sesaat setelah mencoba (mengepas) sehelai baju yang dijual oleh pedagang di pasar tersebut.

Pernyataan warga sipil lokal ini ternyata bisa menjadi pemicu dilakukannya tindakan pembakaran sejumlah kios dan lapak di Pasar Waghete tersebut hingga mengakibatkan kerugian materil sekitar Rp4 Milyar rupiah.

Sebagai Juru Bicara JDP saya menyatakan keprihatinan. JDP sebagai wadah sosial masyarakat di Tanah Papua yang sejak tahun 2010 senantiasa mendorong pendekatan dialogis sebagai cara penyelesaian terhadap konflik sosial politik di tanah Papua.

Untuk itu, JDP mendorong Bupati Deiyai dan DPRD serta tokoh agama lintas budaya untuk berada pada garda terdepan guna mendorong penyelesaian damai terhadap kasus Waghete tersebut.

JDP tetap mendorong jajaran penegak hukum (Polri) setempat untuk mengambil langkah hukum yang penting demi memberi perlindungan hukum bagi semua orang di wilayah Kabupaten Deiyai.

JDP menyerukan agar penegakan hukum terhadap warga sipil yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran tersebut senantiasa berpatokan pada isi dari Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

JDP menyerukan agar ke depannya warga sipil di Tanah Papua secara umum mampu mengendalikan dirinya agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya untuk melakukan aksi-aksi seperti di Deiyai.

Namun sebaiknya mengedepankan cara penegakan hukum dengan melaporkan kepada pihak kepolisian. Sehingga langkah penyelidikan (investigasi) hukum kriminal dapat dilakukan guna menemukan kebenaran materil yang penting dalam tuntutan pertanggungjawaban pidana.

Oleh: Juru bicara JDP Yan Christian Warinussy